Rezeki Itu Tahu Dimana Kita
Pernah kita membaca ungkapan menyejukkan dimana dikatakan bahwa jika kita tidak tahu dimana rezeki kita, maka tidak perlu khawatir, karena rezeki kita itu tahu dimana kita berada. Ini adalah sebuah hal yang benar, ingatlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau pernah bersabda: لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ هَرَبَ مِنْ رِزْقِهِ كَمَا يَهَرَبُ مِنَ الْمَوْتِ؛ لَأَدْرَكَهُ رِزْقُهُ كَمَا يُدْرِكُهُ الْمَوْتُ “ Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mendatanginya sebagaimana kematian mendatanginya. ” (HR. Ibnu Hibban, dishahihkan Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah: 952) Tapi ini bukan berarti kita boleh meninggalkan usaha, tidak perlu bekerja. Justru usaha dan tawakal itu adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ...