Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Manfaatkanlah 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara

  اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا وَجَعَلَ فِي العُمْرِ فُسْحَةٍ، وَفِي الْحَيَاةِ مُهْلَةٍ، أَحْمَدُهُ – سُبْحَانَهُ – وَأَشْكُرُهُ عَلَى كُلِّ نِعْمَةٍ وَقُرْبَةٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ جَمَعَ قُلُوْبَ المُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْمَحَبَّةِ وَالأُلْفَةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ قُدْوَةٍ وَأُسْوَةٍ، اللهم صَلّ وسلم وبارك علي سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْ كَانَتْ صُحْبَتُهُمْ لِنَبِيِّهِمْ أَجَلَّ صُحْبَةٍ وَأَعْظَمُ فُرْصَةٍ . أَمَّا بَعْدُ : فَأُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهَ. Setiap orang Islam pasti menginginkan untuk meraih keselamatan   di dunia maupun akhirat. Karena itu, salah satu caranya adalah memanfaatkan waktu. Setiap muslim harus benar-benar memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untuk berbuat kebaikan. Sebab, waktu tidak akan pernah bisa terulang kembali. Mereka yang lalai dalam hidupnya akan mengalami kerugian yang diliput...

Posisi Meletakkan Kepala Jenazah Ketika Dishalati

  Posisi Meletakkan Kepala Jenazah Ketika Dishalati   Menshalati jenazah merupakan salah satu ibadah penting yang diajarkan oleh agama. Dalam menshalati jenazah terdapat keutamaan yang besar terlebih bila dilanjutkan menunggu dan mengiring jenazah hingga selesai dimakamkan. Rasulullah Saw.bersabda :   مَنْ شَهِدَ اَلْجِنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ, وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ”. قِيلَ: وَمَا اَلْقِيرَاطَانِ? قَالَ: “مِثْلُ اَلْجَبَلَيْنِ اَلْعَظِيمَيْنِ ” ” مُتَّفَقٌ عَلَيْه Barang siapa menunggui jenazah hingga dishalati maka ia mendapat satu qirath pahala. Dan barang siapa menunggui jenazah hingga sampai selesai pemakaman maka ia mendapat dua qirath pahala. Ada yang bertanya,”Apakah dua qirath itu?” Rasulullah Saw. menjawab, “sama dengan dua gunung yang besar.” (Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah) Dalam menshalati jenazah terdapat rasa welas asih dan persaudaraan sesama muslim. Ketika jenazah menuju alam baru dan m...

Beda Letak Kepala Jenazah Laki-laki dan Perempuan saat Dishalati

  Salah satu kewajiban orang yang masih hidup terhadap orang yang telah meninggal adalah menshalatinya. Menshalati jenazah ini hukumnya fardlu kifayah. Artinya, seandainya hanya ada satu orang Muslim yang melakukannya maka gugurlah kewajiban orang Muslim lainnya. Namun bila tak ada seorang pun yang menshalati jenazah yang ada di tengah-tengah mereka maka berdosalah semua kaum Muslim yang ada di daerah tersebut. Pada praktiknya di beberapa daerah seringkali masih terjadi selisih paham di antara jamaah shalat jenazah perihal bagaimana memposisikan mayit (jenazah) pada saat dishalati. Umumnya masyarakat Muslim Indonesia memposisikan mayit yang hendak dishalati dengan meletakkan kepalanya di sebelah utara, baik si mayit itu laki-laki maupun perempuan. Selisih paham sering terjadi ketika ada mayit yang hendak dishalati namun posisi kepalanya diletakkan di sebelah selatan. Tentang hal ini Imam Bujairamy dalam kitab Hasyiyatul Bujairami ‘alal Khathîb (Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah:...

Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun

Allah SWT berfirman: اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ ۚ وَاِ نْ تَكُ حَسَنَةً يُّضٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَّدُنْهُ اَجْرًا عَظِيْمًا "Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 40) Dari Abu Dzar r.a., ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, "Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri." (H.R. Muslim)

KISAH BUDAK HITAM KEKASIH ALLAH

Bagian 1 Ibnul Mubarak (TABI'UT TABI'IN) -rahimahullah- menceritakan kisahnya: “Saya tiba di Mekkah ketika manusia ditimpa paceklik dan mereka sedang melaksanakan shalat istisqa’ di Masjid Al-Haram. Saya bergabung dengan manusia yang berada di dekat pintu Bani Syaibah. Tiba-tiba muncul seorang budak hitam yang membawa dua potong pakaian yang terbuat dari rami yang salah satunya dia jadikan sebagai sarung dan yang lainnya dia jadikan selendang di pundaknya. Dia mencari tempat yang agak tersembunyi di samping saya. Maka saya mendengarnya berdoa, “Ya Allah, dosa-dosa yang banyak dan perbuatan-perbuatan yang buruk telah membuat wajah hamba-hamba-Mu menjadi suram, dan Engkau telah menahan hujan dari langit sebagai hukuman terhadap hamba-hamba-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu Wahai Yang Pemaaf yang tidak segera menimpakan adzab, Wahai Yang hamba-hamba-Nya tidak mengenalnya kecuali kebaikan, berilah mereka hujan sekarang.” Dia terus mengatakan: “Berilah mereka hujan sekarang.” Hingga la...

BERKAH BERTEMAN DENGAN ORANG BAIK

 BERKAH BERTEMAN DENGAN ORANG BAIK 🤝🏻Berteman dengan orang baik in syaa Allah akan membuat kita menjadi baik pula. Meski kita sangat jauh dari kedudukan mereka, setidaknya ada keinginan dan usaha untuk memperbaiki diri agar menjadi orang baik seperti mereka. 🐾Berkah berteman dengan orang baik tidak hanya dirasakan oleh manusia saja. Bahkan hewan pun akan mendapatkan keberkahan dari pertemanan dengan mereka, sebagaimana yang terjadi dengan anjing ashabul kahfi. Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata: صُحْبَةُ الصَّالِحِيْنَ يَنْتَفِعُ بِهَا حَتَّى البَهَائِم، كَمَا حَصَلَ لِلْكَلْبِ الَّذِي كَانَ مَعَ أَصْحَابِ الْكَهْفِ، فَقَد شَمِلَتْهُ بَرَكَتُهُمْ فَأَصَابَهُ مَا أَصَابَهُمْ مِنَ النَّوْمِ عَلَى تِلْكَ الحَالَةِ العَجِيْبَةِ وصَارَ لَهُ ذِكْرٌ وَخَبَرٌ وَشَأْنٌ “Bersahabat dengan orang-orang shalih bermanfaat sampai hewan sekalipun mengambil manfaat darinya. Sebagaimana yang terjadi pada seekor anjing yang bersama ashabul kahfi dimana keberkahan mereka juga dirasakan o...

ANTARA MALAS DAN NIKMAT WAKTU

 ANTARA MALAS DAN NIKMAT WAKTU 🪶 Malas, adalah satu di antara sifat yang tercela. Bila penyakit itu hinggap, ia menjadi sebab tersia-siakannya waktu. Padahal nikmat waktu adalah salah satu nikmat yang akan dimintai pertanggung jawabannya nanti di hadapan Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ pernah mengatakan: لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ.. “Tidak akan bergeser kaki anak Adam sedikit pun nanti di hari kiamat dari sisi Allah sampai ia ditanya mengenai lima perkara; tentang umurnya untuk apa ia habiskan, …. “ (HR. Tirmidzi, ash-Shahihah: 946) 🌾 Maukah kita ketika ditanya tentang waktu menjawab; “Hanya menggaleong dan goler-goleran saja di tempat tidur ya Allah.” Mungkinkah Allah ﷻ akan ridha?! Jelas tidak. Rasulullah ﷺ berlindung dari sifat ini dengan berdo’a minta perlindungan kepada Allah ﷻ. Beliau mengucapkan:  اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْهَرَم...

TEBALKAN TELINGA ANDA (Art.Refleksi Hikmah)

  JANGAN AMBIL HATI Hari ini, kejadian seperti itu sudah lumrah, tidak satu atau dua kali namun mungkin sudah tak terhitung lagi. Nenek tadi bukan orang yang pertama, sudah ada pendahulunya dan akan ada pula berikutnya. Bagi Anda yang belum merasakannya, siap-siap saja, bisa jadi suatu hari nanti juga turut mengecapnya. Saya tidak mendo’kan, tapi kalau hal itu juga terjadi pada Anda, maka jangan terlalu diambil hati. Ingat-ingat selalu firman Allah berikut ini: وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan jin. Sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS. al-An’am: 112) CITA RASA KEHIDUPAN Dihalang-halangi dari kebaikan adalah cita rasa kehidupan. Dari dulu sampai sekarang. Modusnya pun sama...

BAPAK TUA DAN ANGKOT TUANYA (Art.Refleksi Hikmah)

  Ternyata pelajaran hidup itu tak selalu bersama papan tulis, buku dan pena. Banyak guru-guru di luar sana, bahkan di antara mereka mungkin adalah orang -orang yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Dalam perjalanan pulang dari terminal Kampung Rambutan, menumpangi sebuah angkot tua yang sepi penumpang. Hanya dua orang dan saya adalah orang ketiga. Ketika hendak duduk di depan di sebelah sopir, pada saat saya menoleh untuk membuka pintu, ternyata sopirnya jauh lebih tua dari angkotnya. Umurnya sudah 68 tahun dan telah menjajaki kaki untuk beradu nasib di tengah kerasnya kehidupan ibukota semenjak tahun 1994 yang lalu. Beberapa saat setelah angkot tua itu keluar dari pintu tol Jatiwarna, bapak tua tiba-tiba mencairkan suasana. Sambil tertawa kecil ia bergumam: “Sepi penumpangnya ya, uang tol aja udah Rp. 9.500, tapi kita kan tetap usaha ya….”  Saya paham maksudnya. Terbayang, ongkos angkot yang hanya Rp. 6.000 perorangnya harus dikurangi dulu dengan b...