Manfaatkanlah 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara

 


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا وَجَعَلَ فِي العُمْرِ فُسْحَةٍ، وَفِي الْحَيَاةِ مُهْلَةٍ، أَحْمَدُهُ – سُبْحَانَهُ – وَأَشْكُرُهُ عَلَى كُلِّ نِعْمَةٍ وَقُرْبَةٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ جَمَعَ قُلُوْبَ المُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْمَحَبَّةِ وَالأُلْفَةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ قُدْوَةٍ وَأُسْوَةٍ، اللهم صَلّ وسلم وبارك علي سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْ كَانَتْ صُحْبَتُهُمْ لِنَبِيِّهِمْ أَجَلَّ صُحْبَةٍ وَأَعْظَمُ فُرْصَةٍ .أَمَّا بَعْدُ :فَأُصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهَ.

Setiap orang Islam pasti menginginkan untuk meraih keselamatan  di dunia maupun akhirat. Karena itu, salah satu caranya adalah memanfaatkan waktu. Setiap muslim harus benar-benar memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untuk berbuat kebaikan. Sebab, waktu tidak akan pernah bisa terulang kembali. Mereka yang lalai dalam hidupnya akan mengalami kerugian yang diliputi penyesalan besar terutama kelak di yaumil kiamah. Sebagaimana Allah SWT telah mengingatkan kita dalam al Qur’an Surat Al Ashr:

  وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr: 1-3)

Al-Ashr artinya zaman atau masa yang dilalui Bani Adam yang terus bergerak tanpa henti dan tidak bisa kembali walaupun hanya satu menit, satu jam ataupun satu hari yang dimanfaatkan manusia untuk melakukan perbuatan baik dan buruk. Sehingga Allah Swt. bersumpah dengan menggunakan kata Al-Ashr (waktu) kemudian menyebutkan bahwa manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, yakni rugi dan binasa, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.

Maka dikecualikan dari jenis manusia yang terhindar dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya untuk senantiasa memanfaatkan waktu agar tidak sia-sia jasmani dan rohaninya untuk senantiasa mengerjakan amal-amal yang saleh. Nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran. Yakni menunaikan dan meninggalkan semua yang diharamkan dan nasihat-menasihati supaya tetap dalam kesabaran.

Seluruh kesempatan dan waktu adalah sangat bermanfaat, bagaimanapun kecilnya kesempatan tersebut dalam pandanganmu, maka itu adalah keuntungan bagimu.  Oleh karna itu Rasulullah menasehati dan mengajarkan kita untuk memanfaatkan 5 perkara sebelum menyesal saat datang 5 perkara lainnya. Dalam hadisnya yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, yaitu: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya 4: 341)

Orang yang bahagia adalah orang yang mampu menjadikan seluruh masa dalam kehidupannya sebagai kesempatan untuk menyucikan dirinya, menjadikan kehidupannya lebih baik, maka iapun bertekad dan serius serta mengisi waktunya dengan hal-hal yang baik. Hal ini mengarahkan kehidupannya dengan bimbingan, dengan serius dan memanfaatkan kesempatan-kesempatan, agar kita semakin maju di dunia dan semakin mulia serta bahagia di hari akhirat. Semoga Allah SWT memberi taufik dan hidayahnya kepada kita untuk bisa memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعْنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيآتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEBALKAN TELINGA ANDA (Art.Refleksi Hikmah)

Rezeki Itu Tahu Dimana Kita